Nama : Ibnu Saputra
Kelas : IX .5
Rangkuman
BAB
1 PENGUKURAN SMA KELAS 10 SEMESTER 1
1. Besaran menurut cara penurunannya
dibedakan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
2. Ada tujuh macam besaran pokok
berdimensi :
3. Dua macam besaran tambahan tak
berdimensi :
a. Sudut datar ® satuan : radian
b. Sudut ruang ® satuan : steradian
4. Pengukuran suatu besaran memakai
alat ukur yang tepat dan hasil pengukurannya diikuti dengan satuan yang benar.
Contoh :
·
Suhu diukur dengan termometer dengan satuan °C
·
Kuat medan magnet diukur dengan teslameter dengan
satuan tesla
·
Diameter pipa kecil diukur dengan jangka sorong dengan
satuan cm
·
Kuat arus listrik diukur dengan amperemeter dengan
satuan ampere.
5. Sistem Satuan dipakai sistem Satuan Metrik
yang terdiri dari sistem MKS (SI)
dan sistem cgs
6. Angka Penting adalah semua angka yang
diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat ukur, terdiri dari :
·
Angka pasti
·
Angka taksiran
7. Aturan angka penting dalam hal :
a. Penjumlahan / Pengurangan
Ditulis berdasarkan desimal paling sedikit
Contoh :
2,7481
8,41 +
11,1581 ® 11,16
b. Perkalian / Pembagian
Ditulis berdasarkan angka penting paling sedikit
Contoh :
4,756
110 x
523,160 ® 520
8. Dimensi adalah suatu inisial atau
simbol untuk membedakan besaran yang satu dengan lainnya. Dimensi dicari
melalui rumus atau Satuan Metrik.
- See more at:
http://data-smaku.blogspot.co.id/2012/11/rangkuman-bab-1-pengukuran-sma-kelas-10.html#sthash.NRolIw1P.dpuf
Pembesaran bayangan saat mata
berakomodasi maksimum
Dengan ketentuan:
= Pembesaran
= Titik dekat (cm)
= Fokus lup (cm)
Pembesaran bayangan saat mata tidak
berakomodasi
= Pembesaran
= Titik dekat (cm)
= Fokus lup (cm)
Mikroskop
Pembesaran
mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan pembesaran lensa
okuler, sehingga dirumuskan:

Karena lensa okuler mikroskop berfungsi seperti lup, pembesaran mikroskop dirumuskan sebagai berikut:
Karena lensa okuler mikroskop berfungsi seperti lup, pembesaran mikroskop dirumuskan sebagai berikut:
Pembesaran Mikroskop pada saat mata
berakomodasi maksimum
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
Dengan ketentuan:
= Pembesaran mikroskop
= Pembesaran oleh lensa
objektif
= Titik dekat mata
= Jarak fokus lensa
okuler
= jarak bayangan oleh
lensa objektif
= jarak benda di depan lensa
objektif
= jarak lensa objektif
dan lensa okuler
Pembesaran Mikroskop pada saat mata
tidak berakomodasi
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
Dengan ketentuan:
= Pembesaran mikroskop
= Pembesaran oleh lensa
objektif
= Titik dekat mata
= Jarak fokus lensa
okuler
= jarak bayangan oleh
lensa objektif
= jarak benda di depan
lensa objektif
= jarak lensa objektif
dan lensa okuler
Teropong Bintang
Pembesaran Teropong Bintang pada
saat mata tidak berakomodasi
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
Dengan ketentuan:
= Jarak lensa objektif
dan lensa okuler
= Pembesaran teropong
bintang
= Jarak fokus lensa
objektif
= Jarak fokus lensa
okuler
Pembesaran Teropong Bintang pada
saat mata berakomodasi maksimum
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
Dengan ketentuan:
= Pembesaran teropong
bintang
= Jarak fokus lensa
objektif
= jarak benda di depan lensa
okuler
Teropong Bumi
Pembesaran Teropong Bumi
Dengan
ketentuan:
= Pembesaran teropong
bumi
= Jarak fokus lensa
objektif
= Jarak fokus lensa
okuler
Jarak lensa objektif dan lensa
okuler
Dengan
ketentuan:
= Jarak lensa objektif
dan lensa okuler
= Jarak fokus lensa
objektif
= Jarak fokus lensa
pembalik
= Jarak fokus lensa
okuler
Alat Optik
Cermin dan
lensa serta prinsip kerjanya memberikan sarana pemahaman bagi pemanfaatannya
untuk mempermudah dan membantu kehidupan manusia. Alat-alat yang bekerja
berdasarkan prinsip optik (cermin dan lensa) digolongkan sebagai alat optik.
Mata
Salah satu alat
optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang Pencipta adalah
mata. Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan bening,
berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur
pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa. Cairan ini dinamakan aqueous
humor. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil.

Bagian-bagian
mata
Cahaya yang
masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke bagian belakang mata yang disebut
retina. Bentuk bayangan benda yang jatuh di retina seolah-olah direkam dan
disampaikan ke otak melalui saraf optik. Bayangan inilah yang sampai ke otak
dan memberikan kesan melihat benda kepada mata. Jadi, mata dapat melihat objek
dengan jelas apabila bayangan benda (bayangan nyata) terbentuk tepat di retina.
Lensa mata
merupakan lensa yang kenyal dan fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan objek
yang dilihat. Karena bayangan benda harus selalu difokuskan tepat di retina,
lensa mata selalu berubah-ubah untuk menyesuaikan objek yang dilihat. Kemampuan
mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat dinamakan daya
akomodasi mata.

daya akomodasi
mata
Saat mata
melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi lebih cembung
agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat melihat
objek yang jauh, lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan bayangan
tepat di retina.
Titik terdekat
yang mampu dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik dekat mata (punctum
proximum/PP). Pada saat melihat benda yang berada di titik dekatnya, mata
dikatakan berakomodasi maksimum. Titik dekat mata disebut juga dengan jarak
baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan
untuk membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat
mata adalah sekitar 25 cm.
Adapun, titik
terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik jauh mata
(punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang berada di titik jauhnya,
mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak titik jauh mata normal
adalah di titik tak hingga (~).
Rabun Jauh
dan Cara Memperbaikinya
Orang yang
menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang
jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya (pada jarak
25 cm). titik jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak
tertentu (mata normal memiliki titik jauh tak berhingga).
Rabun jauh
dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa divergen yang bersifat menyebarkan
(memencarkan) sinar. Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif dapat
membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.

miopi dikoreksi
menggunakan lensa negatif
Jarak fokus
lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami rabun
jauh dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.

Di sini jarak s
adalah jarak tak hingga (titik jauh mata normal), dan s’ adalah titik
jauh mata (PR). Prinsip dasarnya adalah lensa negatif digunakan untuk memindahkan
(memajukan) objek pada jarak tak hingga agar menjadi bayangan di titik jauh
mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.
Rabun Dekat
dan Cara Memperbaikinya
Orang yang
menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek
yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek
yang jauh (tak hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih
jauh dari jarak baca normal (PP > 25 cm).
Cacat mata
hipermetropi dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa konvergen yang bersifat
mengumpulkan sinar. Lensa konvergen atau lensa cembung atau lensa positif dapat
membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.

hipermetropi
dikoreksi menggunakan lensa positif
Jarak fokus
lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami
hipermetropi dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat
lensa.
Kaca
Pembesar
Kaca pembesar
atau lup digunakan untuk melihat benda kecil yang tidak bisa dilihat dengan
mata secara langsung. Lup menggunakan sebuah lensa cembung atau lensa positif
untuk memperbesar objek menjadi bayangan sehingga dapat dilihat dengan jelas.
Bayangan yang dibentuk oleh
lup bersifat maya, tegak, dan diperbesar. Untuk mendapatkan bayangan semacam
ini objek harus berada di depan lensa dan terletak diantara titik pusat O dan
titik fokus F lensa. untuk menghasilkan bayangan yang diinginkan, lup
dapat digunakan dalam dua macam cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum
dan dengan mata tidak berakomodasi.
Lup dapat
digunakan dengan mata berakomodasi maksimum untuk mendapatkan perbesaran
bayangan yang diinginkan. Agar mata berakomodasi maksimum, bayangan yang
terbentuk harus tepat berada di titik dekat mata (s’ = sn
= jarak titik dekat mata).
Perbesaran bayangan yang
dihasilkan oleh lup dengan mata berakomodasi maksimum adalah
Menggunakan lup
dalam keadaan mata berakomodasi maksimum membuat mata menjadi cepat lelah. Agar
mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam keadaan mata tidak
berakomodasi. Untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan dalam
keadaan mata tidak berakomodasi, bayangan yang terbentuk harus berada sangat
jauh di depan lensa (jarak tak hingga). dalam hal ini objek harus berada di
titik fokus lensa (s = f).
Perbesaran bayangan yang
dihasilkan oleh lup dengan mata tidak berakomodasi adalah
Mikroskop
Perbesaran
bayangan yang dihasilkan dengan menggunakan lup yang hanya menggunakan sebuah
lensa cembung kurang maksimal dan terbatas. Untuk mendapatkan perbesaran yang
lebih besar diperlukan susunan alat optik yang lebih baik. Perbesaran yang
lebih besar dapat diperoleh dengan membuat susunan dua buah lensa cembung.
Susunan alat optik ini dinamakan mikroskop yang dapat menghasilkan perbesaran
sampai lebih dari 20 kali.
Sebuah
mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung (lensa positif). lensa yang dekat
dengan objek (benda) dinamakan lensa objektif, sedangkan lensa yang dekat mata
dinamakan lensa okuler. Jarak fokus lensa okuler lebih besar daripada jarak
fokus lensa objektif.

mikroskop dan
bagian-bagiannya

pembentukan
bayangan pada mikroskop
Objek yang
ingin diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara titik Fob
dan 2Fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1
yang berada di belakang lensa objektif dan di depan lensa okuler. Bayangan ini
bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Bayangan I1 akan
menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat
optik O dan titik fokus okuler Fok. Di sini lensa okuler akan
berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 di
depan lensa okuler. Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat
maya, diperbesar, dan terbalik terhadap objek semula.
Perbesaran yang
dihasilkan mikroskop adalah gabungan dari perbesaran lensa objektif dan
perbesaran lensa okuler. Perbesaran lensa objektif mikroskop adalah
Adapun
perbesaran lensa okuler mikroskop sama dengan perbesaran lup, yaitu sebagai
berikut.
untuk mata
berakomodasi maksimum
untuk mata
tidak berakomodasi
Dimana Pok
adalah perbesaran lensa okuler, sn adalah jarak titik dekat
mata (untuk mata normal sn = 25 cm), dan fok
adalah jarak fokus lensa okuler.
Perbesaran
total mikroskop adalah hasil kali perbesaran lensa objektif dan perbesaran
lensa okuler. Jadi,
P
= Pob × Pok
Hal-hal penting
yang perlu diketahui berkaitan dengan mikroskop:
(1)
jarak antara lensa objektif dan lensa okuler disebut juga panjang tabung (d).
panjang tabung sama dengan penjumlahan jarak bayangan yang dibentuk lensa
objektif (s’ob) dengan jarak benda (bayangan pertama) ke
lensa okuler (sok).
d
= s’ob + sok
(2)
menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum berarti letak bayangan
akhir berada di titik dekat mata di depan lensa okuler. Jadi, dapat dituliskan
s’ok = −sn
(3)
menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi berarti jarak benda di
depan lensa okuler (sok ) berada tepat di titik fokus lensa
okuler (fok). Jadi, dapat dituliskan
sok = fok
Teropong
Bintang
Bintang-bintang
di langit yang letaknya sangat jauh tidak dapat dilihat secara langsung oleh
mata. Teropong atau teleskop dapat digunakan untuk melihat bintang atau objek
yang letaknya sangat jauh.
Teropong
terdiri atas dua lensa cembung, sebagaimana mikroskop. Pada teropong jarak
fokus lensa objektif lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler (fob
> fok). Teropong digunakan dengan mata tidak berakomodasi
agar tidak cepat lelah karena teropong digunakan untuk mengamati bintang selama
berjam-jam. Dengan mata tidak berakomodasi, bayangan lensa objektif harus
terletak di titik fokus lensa okuler. Dengan demikian, panjang teropong (atau
jarak antara kedua lensa) adalah
d
= fob + fok
dimana fob
adalah jarak fokus lensa objektif dan fok adalah jarak fokus
lensa okuler.
Adapun
perbesaran P yang dihasilkan oleh teropong adalah
