PASAR BEBAS DAN PERANAN PEMERINTAH
(MAKALAH)
Disusun Oleh :
1.
Novi
Setiawati (13011077)
2.
Majar
Purnamasari (13011
3.
M.
Riksi (13011
4.
Yogi
(13011
5.
Andika (13011
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDY MANAJEMEN
UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.) Latar
Belakang
Pasar, negara, individu dan masyarakat selalu menjadi
diskursus hangat dalam ilmu ekonomi.
Menurut ekonomi kapitalis (klasik), pasar memainkan peranan yang
sangat penting dalam sistem perekonomian. Ekonomi kapitalis
menghendaki pasar bebas untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi,
mulai dari produksi, konsumsi sampai distribusi. Semboyan kapitalis adalah
lassez faire et laissez le monde va de lui meme
(Biarkan ia berbuat dan biarkan ia berjalan, dunia akan mengurus diri
sendiri). Maksudnya, biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa
intervensi pemerintah, nanti akan ada suatu tangan tak terlihat
(invisible hands) yang akan membawa perekonomian
tersebut ke arah equilibrium.
Jika banyak campur tangan pemerintah,
maka pasar akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian pada ketidak
efisienan (inefisiency) dan ketidak seimbangan. Menurut konsep tersebut, pasar
yang paling baik adalah persaingan bebas (free competition), sedangkan
harga dibentuk oleh kaedah supply and demand.
Prinsip pasar bebas akan menghasilkan equilibrium dalam
masyarakat, di mana nantinya akan menghasilkan upah (wage)
yang adil, harga barang (price) yang stabil dan kondisi tingkat pengangguran
yang rendah (fullemployment). Untuk itu peranan negara dalam ekonomi sama
sekali harus di minimalisir, sebab kalau negara turun campur bermain
dalam ekonomi hanya akan menyingkirkan sektor swasta
sehingga akhirnya mengganggu equilibrium pasar. Maka dalam
paradigma kapitalisme, mekanisme pasar diyakini akan menghasilkan suatu
keputusan yang adil dan arif dari berbagai kepentingan yang bertemu di
pasar. Para pendukung paradigma pasar bebas telah melakukan berbagai
upaya akademis untuk menyakinkan bahwa pasar adalah sebuah sistem
yang mandiri (self regulating).
2.) PERMASALAHAN
Kebaikan-kebaikan utama dari sistem pasar bebas
adalah:
- Faktor-faktor produksi akan digunakan dengan efisien.
- Kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien.
- Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat diwujudkan.
- Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
Kegagalan perekonomian pasar bebas
disebabkan beberapa faktor diantaranya:
- Akibat-akibat ekstern (eksternaliti) yang merugikan.
- Kekurangan produksi baran publik dan barang merit.
- Cenderung mewujudkan kekuasaan monopoli dalam pasar.
- Kegagalan membuat penyesuaian dengan efisien.
- Kecenderungan untuk mewujudkan distribusi pendapatan yang semakin tidak merata apabila perekonomian semakin berkembang.
Beberapa kegagalan mekanisme pasar
diatas menyebakan perlunya campur tangan pemerintah dalam memperbaiki
pengaturan kegiatan ekonomi. Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi
dapat dibedakan dalam tiga bentuk;
- Membuat dan melaksanakan peraturan atau undang-undang.
- Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan).
- Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
3.) TUJUAN
PENULISAN
Kebijakan moneter adalah kebijakan
yang dijalankan oleh bank sentral untuk mengatur jumlah uang dalam
perekonomian. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah didalam memungut
pajak dan membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk membiayai
kegiatan-kegiatannya. Di dalam perekonomian kedua kebijakan ini digunakan oleh
pemerintah untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
- Untuk mengatasi masalah-masalah pokok makroekonomi yang timbul, yaitu masalah pengangguran, masalah kenaikan harga-harga dan masalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan.
- Untuk menjamin agar faktor-faktor produksi digunakan dan dialokasikan keberbagai kegiatan ekoomi secara efisien.
- Untuk memperbaiki keadaan distribusi pendapatan yang tidak seimbang yang selalu tercipta di dalam masyarakat yang kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur oleh sistem pasar bebas.
BAB
II
LANDASAN TEORI
Sebagai permulaan dari usaha membuat penilaian terhadap efisiensi sistem
pasar bebas perlulah diperhatikan tiga hal berikut: (i) ciri-ciri sistem pasar
bebas, (ii) kritik-kritik terhadap sistem pasar bebas, dan (iii) pendekatan
teori dalam menerangkan pola kegiatan dalam suatu perekonomian pasar bebas.
Lebih
dua abad yang lalu Adam Smith telah menerangkan tentang keajaiban invisible hand atau tangan gaib dan mengatur kegiatan
sesuatu perekonomian. Adam Smith
megemukakan suatu pandangan yang pada akekatnya menyetakan baha kegiatan
dalam prekonomian tidak perlu di atur oleh pemerintah. Menurut Adam smith apa
bila setiap induvidu dalam masyarakat diberikebebasan untuk melakukan kegiatan
ekonomi yang di ingin mereka maka maka kebebasan untuk mewujudkan efesiensi
yang tinggi dalam kegiatan ekonomi Negara dan dalam jangka panjang kebebasan
tersebut akan mewujudkan pertumbuhan akan ekonomi yang teguh. Dengan perkatan
lain, Menurut Adam Smith apa bila pemerintah tidak secara aktif terlibat dalam
mempengaruhi kigiatan ekonomi, maka perekonomian tersebut tersendirinya
mengatur dan membuat penyesuaian didalam berbagai aspek kegiatan ekonomi. Dalam
analisis ekonomi yang dapat pada masa ini, system ekonomi seperti yang
terangkan oleh Adam Smith di atas dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pasar Bebas.
Dalam sistem ekonomi ini kegiatan-kegiatan dalam perekonomian sepenuhnya diatur
oleh ekanisme pasar atau invisible hand. Interaksi diantara penjual dan pembeli
di pasar (pasar barang dan pasar faktor produksi) akan menentukan corak
produksi nasional yang akan diwujudkan dan caranya produksi nasional tersebut
akan dihasilkan.
Dalam
prakteknya tidak satu negara pun yang kegiatan-kegiatan ekonominya sepenuhnya
diatur oleh mekanisme pasar. Apabila diperhatikan corak pengaturan kegiatan
ekonomi yang dijalankan di berbagai negara, satu kesimpulan yang dapat dibuat
dari pengamatan itu adalah bahwa sebagian besar negara di dunia ini
mempraktekan sistem ekonomi campuran. Ini berarti dikebanyakan negara kegiatan
ekonomi sebagainnya diatur dan ditentukan eleh sistem pasar, akan tetapi
disamping itu secara langsung dan secara tidak langsung pemerintah ikut campur
di dalam berbagai kegiatan ekonomi.
Berdasarkan
kepada sistem ekonomi yang pernah digunakan di berbagai negara, sistem ekonomi
di golongkan dalam 3 bentuk:
Ciri‐ciri utama
Perekonomain Pasar Bebas
1.
Kegiatan ekonomi ditentukan oleh
keinginan pasar. Pengusaha dapat merencanakan tentang kegiatan ekonomi yang
ingin dilakukankannya. Akan tetapi pada akhirnya pasarlah yang menetukan
kelangsungan kegiatan setiap usaha.
2.
Kebebasan dalam memiliki harta. Implikasi
dari kebebasan untuk menjalankan usaha, setiap individu bebas untuk
mengumpulkan harta yang diperoleh dari bekerja dan menjalankan usaha.
3.
Menggalakkan perkembangan teknologi
dan pertumbuhan ekonomi. Dalam usaha mereka untuk mendapatkan keuntunganberbagai
perusahan harus berusaha untuk menciptakan barang baru, mengurangi biaya
produksi dan memperluas pasar.
4.
Fluktuasi kegiatan ekonomi semakin
besar. Dalam sistem perekonomian pasar bebas kegiatan ekonomi cendrung
mengalami naik turun yang semakin besar, yaitu tingkat ketisakstabilannya
semain tinggi.
Pemikiran
Komunisme telah menimbulkan Revolusi di Rusia tahun 1917 dan pemerintah yang
dipimpin oleh raja di ganti oleh Sistem Komunisme di mana Partai Komunis
mengendalikan kehidupan politik dan ekonomi. Kemerdekaan dan kebebasan
berpolitik dibatasi dan perusahaan‐perusahaan diambil alih oleh pemerintah.
Pemilikan perusahaan oleh pihak
swasta dihapuskan, dan semenjak itu semua perusahaan dimiliki oleh pemerintah.
Selanjutnya kegiatan perusahaan‐ perusahaan tersebut tidak ditentukan oleh
kehendak pasar, tetapi di atur oleh pemerintah dengan mendirikan suatu badan yang dinamakan Badan Perencanaan Pusat. Dari
ciri‐ciri utama sistem perencanaan pusat ini dapat disimpulkan bahwa keinginan
masyarakat bukan lagi merupakan penentu penting dari segi kegiatan usaha setiap
unit produksi. Badan Perencanaan Pusat lah yang menentukan jenis produksi yang harus mereka
ciptakan dan jumlah produksi yang mereka lakukan.
Perekonomian
Campuran adalah sistem ekonomi di mana secara bersama badan usah swasta dan
badan usaha milik pemerintah melakukan kegiatan menghasilkan barang dan jasa.
Sehingga
ke permulaan abad ke 20 kebanyakan ahli-ahli ekonomi berkeyakinana bahwa system
pasar bebas merupakan system ekonomi yang mewujudkan kegiatan ekonomi yang
paling efisien dan kemakmuran masyarakat yang paling optimum. Pandangan ini di
pelopori oleh Adam Smith yang di kemukakan dalam buku “(An Inguary Into The
Natur end of thewealth of Nation)” yang terbitkan pada tahun 1776. Menurut
pandangan pengaturan kegiatan sesuatu perekonomian yang tidak perlu jalankan
oleh pemerintah, karena ”InsibleHand” yaitu mekanisme pasar, dapat terwujudnya
kegiatan–kegiatan ekonomi yang efisien dan makmuran masyarakat yang optimum.
Kritik dan kesaran tentang kelemahan-kelemahan sisten pasar bebas telah
mendorong perintah untuk tela melakukan lebih banyak campuran tangan dalam
kegiatan. Kritik yang paling ekstrim, terdapat sistem pasar bebas telah
mewujudkan system ekonomi perencanaan pusat. Dalam sistem perencanaan pusat
cocok kegiatan dan jenis barang yang akan diproduksikan sepenuhnya ditentukan
oleh pemerintah di atur perencanaan pusat.
Pandangan
pengkritikan–pengkritikan lain efisien pasaran bebas tidaklah seektrim seperti
golongan yang menyokong penghapusan system pasaran bebas dan mengantikannya
dengan system perencanaan pusat. Sistem Pasar Bebas mempunyai beberapa kelemahan
yang menimbulkan akibat buruk keatas efisiensi kegiatan ekonomi dan
kesejahtraan dan khalayak ramai. Sistem ekonomi dimana pada umumnya sistem
pasaran bebas tetap diberi kesempatan untuk berfungsi tetapi dibanding–banding
tertentu pemerintah secara aktif mengatur atau menjalankan kegiatan ekonomi
dinamakan “Sistem Ekonomi Campuran”.
Dalam
teori Permintaan dan Penawaran dan dalam analisis kelakuann konsumen telah
diterangkan interaksi diantara penjual dan pembali dalam menentukan jenis
barang dan jumlah barang yang diperlukan diproduksikan. Analisis yang
dinyatakan diatas dinamakan analisis
keseimbangan sebagiaan atau partial
eqilibrium analisis, yaitu analisis kegiatan ekonomi dibuat secara
bersaingan tampa memperhatikan hubungan kait – mengait berbagai kegiatan aspek
kegiatan tersebut. Analisis yang merangkumi intraksi berbagai kegiatan dalam
ekonomi dinamakan analisis keseimbangan umum atau general equilibrium analisis.
Berdasarkan sirkulasi aliran pendapatan, Interaksi diantara sector Perusahaan
dan Rumah Tangga dapat dibedakan menjadi dua bentuk interaksi yang utama yaitu
interaksi dipasaran barang dan interaksi dipasaran factor.
Dalam
uraian tersebut telah diterangkan bahwa suatu perekonomian boleh dibedakan
menjadi dua sektor, yaitu: sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Sektor
perusahaan, yang meliputi perusahaan dalam berbagai kegiatan ekonomi, akan
menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang
diperlukan sektor rumah tangga. Maka sektor rumah tangga akan memperoleh
ganjaran/pendapatan dari menyediakan faktor-faktor produksi tersebut.
Pendapatan tersebut akan digunakan oleh rumah tangga untuk membeli
barang-barang dan jasa-jasa.
Berdasarkan
kepada sirkulasi aliran pendapatan tersebut, interaksi diantara sektor
perusahaan dan rumah tangga dapat dibedakan menjadi dua bentuk interaksi yang
utama, yaitu interaksi di pasar barang dan
interaksi di pasar faktor. Analisis
keseimbangan umum akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang corak
interaksi di antara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Dengan
menggunakan analisis tersebut dapatlah diterangkan bagaimana suatu perekonomian
menyelesaikan tiga masalah ekonomi pokok, yaitu:
·
Apakah
jenis-jenis barang yang perlu diproduksikan dan berapakah banyaknya?
·
Bagaimanakah berbagai
jenis barang tersebut diproduksikan?
·
Untuk siapakah barang-barang tersebut diproduksikan?
Dalam
suatu perekonomian pasar keinginan konsumen penting peranannya dalam menentukan
corak kegiatan ekonomi. Keinginan konsumen akan memberikan petunjuk kepada
firma–firma dalam menentukan jenis barang dan jasa-jasa yang perlu
diproduksikan dipasar. Corak kegiatan ekonomi yang akan wujud dalam suatu
perekonomian pasar bebas terutama ditentukan oleh interaksi diantara sector
perusahaan dan sector rumah tangga dipasar barang keseimbangan yang dicapai
dalam pasar barang tersebut akan menentukan corak permintaan keatas
factor–faktor produksi dalam analisis ini misalkan hanya satu factor produksi
yang digunakan yaitu tenaga kerja.
Pola
kegiatan perekonomian dalam sistem pasar bebas pada Gambar.1 dapat memberikan
penerangan yang lebih jelas mengenai interaksi diantara sektor perusahaan dan
sektor rumah tangga di pasar barang dan pasar faktor. Grafik tersebut
memberikan gambaran yang lebih terperinci dari pada gambaran interaksi di
antara sektor perusahaan dan sektor rumah tangga dan ditunjukkan oleh sirkulasi
aliran pendapatan. Dalam menganalisis Gambar.1 akan dimisalkan bahwa pasar barang
dan pasar faktor adalah pasar persaingan sempurna.
Gambar.1
Interaksi di antara
Perusahaan dan Rumah Tangga di Pasar Barang dan Pasar Faktor
Interaksi
di antara perusahaan-perusahaan dengan pemilik-pemilik factor produksi dipasar
factor akan menentukan harga factor produksi yang ditawarkan dan jumlah setiap
factor produksi yang digunakan. Dengan demikian keseimbangan diberbagai pasar
factor akan menentukan pendapatan berbagai pasar factor akan menentukan
pendapatan berbagai rumah tangga dan corak distribusi pendapatan dalam
perekonomian. Tingkat pendapatan rumah tangga dan corak distribusi pendapatan
tersebut akan menentukan corak permintaan sektor rumah tangga ke atas barang
dan jasa (yang ditunjukkan oleh aliran A grafik dalam Gambar.2), dan seterusnya
corak permintaan barang oleh tumah tangga ini akan menentukan corak produksi
barang dan jasa yang akan diproduksikan dalam perekonomian. Dengan demikian
penentuan harga faktor dan jumlah faktor yang digunakan yang dilakukan dalam
pasar faktor akan memberi jawaban kepada persoalan pokok ekonomi yang ketiga,
yaitu: untuk siapakah barang dan jasa-jasa
akan diproduksikan?
Gambar.2 Keseimbangan
Umum Perekonomian Pasar
Semenjak
lama ahli – ahli ekonomi berkeyakinan bahwa system ekonomi pasar mempunyai
beberapa kelebihan dan keistimewaan jika dibandingkan dengan system – system
ekonomi yang pasaran bebas adalah:
·
Faktor – factor produksi akan digunakan
dengan efisien.
·
Kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan
diselaraskan dengan efisien.
·
Pelaku kegiatan diberi kebebasan untuk
melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
·
Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat
diwujudkan.
Sistem
ekonomi Pasar Bebas pada hakikatnya merupakan perekonomian yang terdiri dari
pasaran – pasaran barang yang bersifat persaingan sempurna.
Dalam pasar persaingan sempurna telah jelas bahwa setip firmaakan dapat mencapai Efisien Alokatif dan Efisien Produktif.
Dalam pasar persaingan sempurna telah jelas bahwa setip firmaakan dapat mencapai Efisien Alokatif dan Efisien Produktif.
Suatu
firma untuk mencapai efisiensi alokatif apbila tingkat harga ongkos marginal
apabila keadaan ini dicapai maka kemakmuran masyarkat dalam pasaran persaingan
sempurna akan mencapai maksimum.
Untuk mencapai efisiensi
produktif, Ongkos Produktif Firma – firma dalam pasaran mestilah mencapai
ongkos produksi yang minimum yaitu titik yang rendah atau bahwa. Firma monopoli
memperoleh keuntungan lebih dari normal.Jumlah produksi adalah dibawah produksi
yang kapitalisme penuh dan ongkos produksi adalah lebih tinggi dari maksimum.
Dalam
Semenjak
lama ahli – ahli ekonomi berkeyakinan bahwa system ekonomi pasar mempunyai
beberapa kelebihan dan keistimewaan jika dibandingkan dengan system – system
ekonomi yang pasaran bebas adalah:
·
Faktor – factor produksi akan digunakan
dengan efisien.
·
Kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan
diselaraskan dengan efisien.
·
Pelaku kegiatan diberi kebebasan untuk
melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
·
Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat
diwujudkan.
Sistem
ekonomi Pasar Bebas pada hakikatnya merupakan perekonomian yang terdiri dari
pasaran – pasaran barang yang bersifat persaingan sempurna.
Dalam pasar persaingan sempurna telah jelas bahwa setip firmaakan dapat mencapai Efisien Alokatif dan Efisien Produktif.
Dalam pasar persaingan sempurna telah jelas bahwa setip firmaakan dapat mencapai Efisien Alokatif dan Efisien Produktif.
Suatu
firma untuk mencapai efisiensi alokatif apbila tingkat harga ongkos marginal
apabila keadaan ini dicapai maka kemakmuran masyarkat dalam pasaran persaingan
sempurna akan mencapai maksimum.
Untuk mencapai efisiensi
produktif, Ongkos Produktif Firma – firma dalam pasaran mestilah mencapai
ongkos produksi yang minimum yaitu titik yang rendah atau bahwa. Firma monopoli
memperoleh keuntungan lebih dari normal.Jumlah produksi adalah dibawah produksi
yang kapitalisme penuh dan ongkos produksi adalah lebih tinggi dari maksimum.
Dalam persaingan sempurna
setiap terjadi ketidakselarasan (misal kelebihan output) maka tanpa menunggu
perintah dari pemerintah para pelaku pasar akan menyesuaikan posisinya. Misal
produsen akan meninggalkan industri ini untuk berusahaan pada bidang lain yang
tidak terjadi ketidakselarasan.
System
ekonomi pasar bebas mempunyai cirri-ciri khas yang akan mendorong kepada
pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Kebebasan individu dalam menjalankan
kegiatan ekonomi yang mereka sukai menggalakkan mereka untuk bekerja lebih
efisien dan lebih giat.
Kebebasan
yang luas juga wujud dalam menentukan kegiatan yang akan dilakukan oleh
seseorang, sehingga khalayak ramai yang akan menentukan jenis-jenis barang yang
perlu diwujudkan (baik di produksi maupun dikonsumsi)
Sistem
ekonomi pasaran bebas mempunyai dua jenis efisien yaitu efisien alokatif dan
efisien produktif, system ekonomi pasaran bebas mempunyai beberapa kebaikan
yang terpenting adalah:
·
Dapat secara efisien menyelaraskan berbagai
kegiatan – kegiatan ekonomi.
·
Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang teguh
dalam jangka panjang.
·
Setiap pihak (produsen atau konsumen)
mempunyai kebebasan dalam memilih kegiatan ekonomi yang ingin dijalannya dan
membeli barang dan jasa yang ingin dinikmatinya.
Perekonomian
pasar terdiri dari berbagai jenis pasarr yaitu berbagai pasar bahan makanan,
bahan pertanian lain. Barang pertambangan, berbagai bahan jenis, berbagai bahan
industri dan berbagai jenis jasa–jasa. Perbandingan dan pengamatan yang
diloakukan keatas berbagai system ekonomi yang menunjukan bahwa system ekonomi
pasar babas merupakan system yang paling cangih dalam mengatur operasi suatu
ekonomi dan mewujudkan penyesuaian–penyesuaian sebagai akibat perubahan
beberapa pasar.
Produktifitas
individu akan dapat ditingkatkan dan ini akan memberikan sumbangan penting
kearah pertumbuhan ekonomi yang cepat dan teguh. Pasar juga meggalakkan individu
– individu untuk melakukan pembaharuan – pembaharuan (inovasi) dalam kegiatan
ekonomi supaya: (i) mereka mampu bersaing dengan pihak–pihak lain dan (ii)
untuk mendapatkan pendapatan dan keuntungan yang lebih besar dari kegiatan
ekonominya. Seterusnya, fleksibilitas yang tinggi dari sistem pasar bebas
menyebabkan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan dapat dijalankan dengan
cepat dan secara terus-menerus dilakukan, tanpa terlebih dahulu menunggu
perintah dari suatu penguasa pusat. Keadaan ini akan menggalakkan pertumbuhan
ekonomi.
Khalayak
ramailah yang akan mememtukan jenis – jenis barang yang perlu diwujudkan dan
diberi kebebasan untuk menentukan keinginan mereka, keinginan mereka inilah
yang seterusnya akan menentukan corak kegiatan ekonomi yang akan diwujkudkan
dipasar. Perusahan – perusahan juga mendapat kebebasan yang luas dalam
menjalankan kegiatan mereka dan terdapat kebebasan kepada setiap firma untuk
menentukan jenis barang yang akan diproduksikannya.
Beberapa
kegagalan sistem pasar bebas dalam kegiatan ekonomi yang sebenarnya terdapat
beberapa bentuk kegagalan dari system pasar untuk mewujudkan kegiatan ekonomi
yang teguh dan efisien. Kegagalan tersebut terutama bersumber dari factor –
factor sebagai berikut:
·
Akibat – akibat ekstern (eksternaliti) yang
merugikan.
·
Kekurangan produksi barang public dan
barang merit.
·
Kewujudan kekuasaan monopoli dalam pasar.
·
Kegagalan membuat penyesuaian degan efisien
·
Distribusi pendapatan tidak seimbang.
Untuk
memahami arti konsep akibat – akibat ekstern yang perlu ada perbedaan antara
ongkos pribadian, ongkos sosial. Yang dimaksud degan ongkos pribadi adalah
ongkos yang dibelanjakan oleh produsen keatas factor – factor produksi yang
digunakan untuk mewujutkan barang yang dihasilkannya. Sedangkan ongkos social
adalah perbelanjanan penanan musuh tanaman yang digunakan ongkos – ongkos lain
yang mesti dibayar masyarakat seperti kerugian kematian didalam system irigasi
sebagai akibat penggunaan obat pembasmi penyakit tanaman. Di dalam sebagian
kegiatan ekonomi biaya pribadi adalah sama dengan biaya sosial, dan di kegiatan
lainnya ia sangat berbeda. Akibat-akibat ekstern yang merugikan, akan wujud
apabila biaya sosial melebihi biaya pribadi.
Apabila suatu kegiatan ekonomi tertentu mewujudkan hanya sedikit akibat
ekstern yang merugikan, sebaliknya mewujudkan banyak akibat ekstern yang
menguntungkan, maka kegiatan ekonomi tersebut menimbulkan manfaat sosial bersih
(net social benefit) yang
menguntungkan kepada masyarakat. Ini merupakan akibat yang baik dan dalam kasus
ini sistem pasar bebas memberikan sumbangan penting kepada masyarakat dalam
meninggikan kemakmuran taraf mereka. Dalam perekonomian terdapat banyak jenis
kegiatan yang memberikan akibat seperti itu.
Sistem pasaran bebas tidak dapat mencegah timbulnya biaya sosial yang
tinggi sebagai akibat dari beberapa kegaitan ekonomi yang dilakukan masyarakat.
Contoh dari biaya sosial yang tinggi yang diwujudkan sektor perusahaan adalah
masalah pencemaran (polusi) dan masalah kesesakan. Untuk mengembangkan suatu
perekonomian perlulah diwujudkan berbagai jenis kegiatan industri. Disamping
menimbulkan manfaat kepada masyarakat dalam bentuk kenaikan kesempatan kerja
dan pendapatan, dan penyediaan barang konsumen yang lebih banyak, kegiatan
tersebut menimbulkan biaya sosial yang cukup serius, yaitu pencemaran udara
(sebagai akibat asap yang dikeluarkan oleh mesin-mesin yang digunakan) dan
pencemaran lingkungan, sebagai akibat pembuangan lebihan yang tak berguna (waste) di persekitaran industri
tersebut.
Yang
dimaksud dengan barang public adalah barang yang penggunaannnya secara
berssama-sama seperti pembangunan jalan, televisi dan lain-lain. Sedangkan
barang merit adalah barang yang sangat diperlukan oleh masyarakat dan sangat
penting bagi kemakmuran masyarakat. Contoh barang merit yang baik adalah
pendidikan dan barang merit yang buruk adalah perjudian.
Sistem
Pasar Bebas sempurna adalah system ekonomi yasng ideal yang dalam prakteknya
tidak akan wujud. Pasar persaingan sempurna diberbagai kegiatan ekonomi adalah
ciri utama dari system ekonomi pasar bebas, dan dalam prakteknya tidak satu
jenis pasar barang pun boleh digolongkan sebagai pasar persaingan sempurna.
Perkembangan
ekonomi yang tidak seimbang di berbagai kegiatan ekonomi dan di berbagai
wilayah adalah contoh dari ketidakefektifan sistem pasar. Berkenan dengan pembangunan
di berbagai wilayah ahli-ahli ekonomi telah menunjukkan bahwa kawasan yang
lebih kaya akan dapat berkembang dengan lebih cepat, sedangkan kawasan yang
lebih miskin akan menghadapi banyak masalah dalam mengembangkan kegiatan
ekonomi mereka. Penyesuaian yang lebih lambat dari yang dimisalkan dalam teori
menyebabkan mekanisme pasar tidak dapat mengembalikan keadaan keseimbangan
dengan cepat.
Salah
satu kelemahan dalam sistem pasar bebas adalah kecenderungan menciptakan
distribusi pendapatan yang tidak setara apabila perekonomian semakin
berkembang. Perekonomian pasar cenderung memberikan return lebih besar kepada
pihak-pihak yang bekerja lebih efisien, giat, pandai, memiliki ketrampilan, dan
pemikiran yang kreatif.
Tujuan
dari kegiatan setiap perekonomian adalah mewujudkan keadilan ekonomian, yaitu
setiap golongan individu dalam masyarakat dapat menikmati hasil-hasil kegiatan
ekonomi secara merata. Maka wujudnya ketidaksetaraan yang nyata dalam
distribusi pendapatan dan kekayaan menimbulkan ketidakpuasan terhadap operasi
dan efisiensi sistem ekonomi pasar bebas.
Beberapa
kegagalan mekanisme pasar diatas menyebakan perlunya campur tangan pemerintah
dalam memperbaiki pengaturan kegiatan ekonomi. Dari kelemahan-kelemahan
mekanisme pasar yang telah di uraikan dibagian sebelumnya. Ini dapat simpulkan
bahwa campuran tangan pemerintah mempunyai beberapa tujuan penting seperti yang
dinyatakan adalah sebagai berikut:
·
Mengawasi agar eksternaliti kegiatan
ekonomi yang merugikan dapat dihindai atau akibat buruknya dapat dikurangi
·
Menyediakan barang public yang cukup
sehingga masyarakat dapat memperoleh barang tersebut dengan mudah dan dengan
biaya yang murah.
·
Mengawasih kegiatan-kegiatan perusahan,
terutama perusahan-perusahaan yang besar dapat mempengaruhi pasar, agar mereka
tidak mempunyai kekuasaan monopoli merugikan khalayak ramai.
·
Menjamin agar kegiatan ekonomi yang
dilakukan tidak menimbulkan penindasan dan ketidaksetaraan di dalam masyarakat.
·
Memastikan agar pertumbuhan ekonomi dapat
diwujudkan dengan efisien.
Campur
tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi dapat dibedakan dalam tiga bentuk:
1.
Membuat dan melaksanakan peraturan dan
undang-undang.
2.
Secara langsung melakukan beberapa kegiatan
ekonomi (membuat perusahaan).
3.
Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
- Yang pertama, peraturan dan
undang-undang dakn menciptakan suasana ekonomi dan sosial yang akan memberikan
galakan kearah terciptanya sisem mekanisme pasar yang lancer.
- Yang kedua, peraturan dan
undang-undang dapat digunakan untuk memastikan agar persaingan yang dilakukan
oleh perusahaan-perusahaan dilakukan sebebas mungkin dan kekuasaan monopoli
sedapat mungkin dilenyapkan.
Kedua
peranan dari peraturan dan undang-undang untuk memperbaiki kelancaran operasi
mekanisme pasar diuraikan di bawah ini.
Pentingnya
membuat peraturan dan undang-undang yang akan menjamin berfungsinya mekanisme
pasar secara efisien, dapat dengan jelas dilihat apabila diperhatikan
akibat-akibat buruk yang mungkin timbul apabila setiap pelaku kegiatan ekonomi
diberikan kebebasan yang tidak terbatas dalam melakukan kegiatannya. Tujuan
setiap perseorangan atau perusahaan untuk mencapai keuntungan yang maksimum
bagi dirinya adakalanya akan sangat merugikan masyarakat.
Tujuan
kedua dari membuat undang-undang yang mengatur kegiatan ekonomi adalah untuk
menjamin agar dalam prekonomian tidak terdapat kekuasaan monopoli dan setiap
pelaku kegiatan ekonomi dapat menjalankan kegiatannya dalam suasana persaingan
yang relatif bebas. Berlakunya persaingan yang bebas merupakan salah satu
syarat penting untuk menciptakan mekanisme pasar yang ehisien dan berjalan
dengan lancar.
Secara
langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan) yaitu dengan
memproduksi barang publik. Campur tangan pemerintah dalam perekonomian tidak
saja terbatas kepada menyediakan barang bersama dan barag setengah bersama,
tetapi juga menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang tidak digunakan secara
bersama oleh seluruh masyarakat. Barang-barang itu dapat dijual kepada
perseorangan-perseorangan dalam masyarakat. Dengan demikian tidak timbul
kesukaran untuk memungut pembayaran ke atas barang-barang yang digunakan.
Kebijakan
moneter adalah kebijakan yang dijalankan oleh bank sentral untuk mengatur
jumlah uang dalam perekonomian. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah didalam
memungut pajak dan membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk membiayai
kegiatan-kegiatannya. Di dalam perekonomian kedua kebijakan ini digunakan oleh
pemerintah untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
·
Untuk mengatasi masalah-masalah pokok
makroekonomi yang timbul, yaitu masalah pengangguran, masalah kenaikan
harga-harga dan masalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan.
·
Untuk menjamin agar faktor-faktor produksi
digunakan dan dialokasikan keberbagai kegiatan ekoomi secara efisien.
·
Untuk memperbaiki keadaan distribusi
pendapatan yang tidak seimbang yang selalu tercipta di dalam masyarakat yang
kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur oleh sistem pasar bebas.
PENUTUP
1.
Pada dasarnya bab ini membuat penilaian
keatas efisiensi dari operasi sistem pasar bebas dan peranan pemerintah dalam
memperbaiki sistem pasar bebas sehingga ia dapat beroperasi dengan lebih ideal
yaitu dapat mengembangkan ekonomi dan pada waktu yang sama meningkatkan
kemakmuran untuk seluruh masyarakat.
2.
Kebaikan sistem pasar bebas meliputi
aspek-aspek berikut:
a)
Faktor – factor produksi akan digunakan
dengan efisien.
b)
Kegiatan ekonomi dalam pasar diatur dan
diselaraskan dengan efisien.
c)
Pelaku kegiatan diberi kebebasan untuk
melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
d)
Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat
diwujudkan.
3.
Di samping itu sejak lama ahli-ahli ekonomi
telah melihat beberapa kelemahan berikut dari sistem pasar bebas.
a)
Akibat – akibat ekstern (eksternaliti) yang
merugikan.
b)
Kekurangan produksi barang public dan
barang merit.
c)
Kewujudan kekuasaan monopoli dalam pasar.
d)
Kegagalan membuat penyesuaian degan efisien
e)
Distribusi pendapatan tidak seimbang.
4.
Untuk mengatasi kelemahan yang dinyatakan
dalam nomor 3, pemerintah perlu campur tangan dalam sistem pasar bebas. Campur
tangan tersebut dapat dibedakan kepada tiga bentuk:
a)
Membuat dan melaksanakan peraturan dan
undang-undang.
b)
Secara langsung melakukan beberapa kegiatan
ekonomi (membuat perusahaan).
c)
Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
Sukirno
Sadono, “MIKRO EKONOMI Teori Pengantar”,
Edisi Ketiga, Jakarta: Rajawali Pers, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar