Assalamu ‘alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Fiqih Dakwah
Dalam hidup didunia kita diperintahkan
untuk mengajak yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar. Oleh sebab itu dakwah
sangat berperan penting dalam menyebarkan kebaikkan baik dalam lingungan formal maupun non formal.
Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasullah SAW. Beliau mengajak
orang-orang arab untuk beriman kepada allah SWT dan meninggalkan
berhala-berhala yang telah mereka sembah, bahwa sesungguhnya berhala-berhala
yang mereka sembah tidak mendatangkan apa-apa bagi mereka. Sebelum kita jauh
membahas tentang fiqih dakwah, sebaiknya kita harus memahami apa dakwah itu….?
Dakwah dalam bahasa adalah mengajak atau
menyeru, sedangkan menurut istilah dakwah memiliki banyak pengertian ;
1.
Da’watun Naas Ilallah, mengajak
manusia ke jalan Allah. Dakwah tidak mengajak manusia kepada sang dai, tetapi
semata-mata kepada Allah. Sang dai yang berperan sebagai pembimbing dan
fasilitator, manusia diajak menuju kepada Allah.
firman Allah berikut ini:
“Katakanlah (hai Muhammad):
‘Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah kepada
Allah dengan hujah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk
orang-orang yang musyrik”. (Yusuf [12]: 108).
Ayat ini menegaskan bahwa
orang-orang yang mengikuti Rasulullah saw adalah orang-orang yang mengambil
dakwah sebagai jalan hidupnya. Ini artinya, jika kita ingin menjadi pengikut
Rasulullah saw maka tidak bisa tidak kita harus mau berdakwah.
2.
Bil Hikmah Wal Mau’izhatil Hasanah, dilakukan
dengan penuh hikmah dan dengan pelajaran yang baik. Dakwah tidak boleh
dilakukan dengan cara yang kasar atau dengan pemaksaan. Tidak pula dengan cara
mengolok-olok ataupun vonis sana vonis sini. Nahnu du'aat laa qudhaat
"Kita adalah para dai, bukan tukang vonis".
3. Hatta Yakfuruu Bith Thaghut Wa Yu’minuu
Billah, sampai manusia yang diajak itu mengingkari thaghut dan beriman
kepada Allah. Dakwah mengajak manusia kepada tauhid, mengingkari berbagai
bentuk thaghut. Tidak ada penghambaan kecuali hanya kepada Allah. Tidak ada
penghambaan kepada berhala. Tidak ada penghambaan kepada manusia yang lain.
Tidak juga penghambaan kepada hawa nafsu atau ideologi-ideologi sesat.
4. Liyakhrujuu Min Zhulumaatil Jaahiliyah Ilaa
Nuuril Islam, agar manusia keluar dari gelapnya kejahiliyahan menuju
pada terang benderangnya Islam. Dakwah adalah gerakan pencerahan, yang akan
membimbing manusia meninggalkan kejahiliyahan kehidupan dalam berbagai
bentuknya, untuk menikmati indahnya ajaran Islam, yang tidak lain merupakan
fitrah dari manusia itu sendiri.
Dalam berdakwah ada beberapa unsur yang harus
kita perhatikan diantaranya dalam firman allah Q.S yusuf : 108 yang artiya :
Katakanlah: "Inilah jalan
(agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah
dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang
yang musyrik.
Dari firman allah diatas dapat
kita petik beberapa unsure :
a.
Qul hadzihi
sabili (Katakanlah, inilah jalanku).” Demikianlah dakwah harus menjadi
jalan hidup, misi hidup. Perintah “katakanlah” disini bermakna deklarasi, yang
menyiratkan suatu kebanggaan. Bangga karena meniti jalan yang diridhai dan
dicintai oleh Allah.
Mengapa dakwah harus dijadikan
jalan hidup dan misi hidup? Tidak lain karena kita membutuhkan dakwah dan bukan
dakwah yang membutuhkan kita. Karena itu, kita tidak ingin tertinggal gerbong
kereta dakwah.
b.
“Ad’uu ilalLah (Aku mengajak kepada
Allah).” Ini artinya dakwah hanyalah mengajak kepada Allah, bukan kepada yang
lain atau untuk tujuan yang lain. Tidak pula mengajak kepada pengkultusan
individu sang dai.
c.
“Alaa
bashirah (Berdasarkan hujjah atau argumentasi yang jelas).”
Demikianlah dakwah harus dibangun diatas ilmu yang benar, pemahaman yang benar
mengenai perkara yang kita dakwahkan yaitu ajaran Islam. Dakwah harus disampaikan
dalam bentuk al-balagh al-mubin “penjelasan yang betul-betul jelas”, yang tidak
menyisakan ruang bagi pikiran waras manusia untuk menolaknya.
d.
“Ana wa manit taba’ani (Aku dan
orang-orang yang bersamaku).” Ini artinya bahwa dakwah harus dilakukan secara
bersama-sama (berjama’ah), tidak sendiri-sendiri. Dakwah adalah al-haq, yang
hanya akan menjadi kuat tatkala diusung secara berjamaah, dan akan menjadi
lemah ketika dilakukan sendiri-sendiri. Bagaiman mungkin kita mendakwahkan
kebenaran sendiri-sendiri, sementara para pejuang kebatilan bergandengan tangan
untuk mempertahankan kebatilan mereka?
Dari pengertian dan unsur diatas, dapat kita
pahami kalau dakwah sesungguhnya memang penting bagi diri kita, karena dengan
dakwah pula sumber untuk ruhiyah kita. Jika badaniyah, sumber energinya
berupakan makanan dan minuman sedangkan batiniyah kita dengan dakwah dan terus
mendekatkan diri kepada allah SWT. Kita sebagai generasi muda harus siap
memposisiskan diri kita untuk berdakwah dimana pun kita berada.
Sekian resume yang dapat saya berikan ada
kekurangan dan kesalahan saya mohon ma’af
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar